Rabu, 16 Juli 2014

when the lights are dimmed and low

sometimes,  good things have to fall apart to make way for something better. quote from anonymous. I know, you know, even Tukul Arwana know about that. it is a good quote, but its easier to talk about that when nothing is fall apart from your life. the only way to understand people's feeling is by feeling the same way too.
I feel so low recently, about one thing and another, i know even at my lowest there is always the light at the tunnel of the end. but how long should i wait until i found the end of the tunnel? i dont need another trash talk like, why dont you do that?, why you take it so long? some people have no idea why i take this path so shut up!
i know, at the end i have to get up, make adjustment and go get it energize. but right now the only thing i can do is .. pray, for something better. something that i wish is really happen. because  i can not undo what i have done, i can not go back in time and make it better.
"tuesday just might go my way, cant get worse than yesterday . thursday friday aint be kind, but somehow I'll survive! hey, man! I'm alive I'm takin' each day and night at a time, yeah I'm down but I know I'll get by"

Senin, 14 Juli 2014

Hikayat Harapan Indah



Inilah hikayat tentang dua mahasiswi yang mencari sebuah restu persetujuan. Berangkat jauh-jauh dari bumi rawamangun ke sebuah pulau nun jauh di mato yang bernama harapan indah. Dengan berharap nama harapan indah memang sesuai namanya. Harapan yang indah
Andaikata restu itu semudah membalikan telapak tangan, tak perlulah mereka berpeluh-peluh mengarungi daratan Jakarta. Tapi sayang, restu yang diperoleh dari Ratu adil tak ubahnya sebutir jarum di tumpukan jerami. Sulit didapat
Ada anak kecil bertanya pada bapakya “pak, kenapa dua mahasiswi itu butuh restu dari ratu adil?” untuk mencari kerja nak jawab bapaknya. Ya. Kalau bukan karena perkara perut yang harus diusahakan sendiri di kemudian hari, buat apa pula susah-susah restu dicari?
Demi sebuah restu itu telah berulangkali jalan terjal dilalui kedua mahasiswi. Dimulai darimana cerita ini kumulai kawan? Dari awal kah? Baiklah. Rupanya kau terlau mau tahu. Kepo kalau kata kawula muda masa kini.
Perjuangan dimulai dari menentukan judul kitab yang akan ditulis oleh dua mahasiswi. Kenapa mereka menulis kitab? Tidak lain karena menulis kitab adalah kegiatan iseng sambil menunggu kelulusan (wisuda- peny) hari demi hari (bukan tanoe) dilalui samppai ditemukanlah sebuah jdul yang aduhai bagi kitab kedua mahasiswi tersebut. Lalu dengan kecepatan kilat sambil berguru ke suhu masing-masing kedua mahasiswi mengerjakan kitab sesuai dengan judul.
Tahap pertama selesai? Belum. Jangan senang dulu. Kitab yang baru setengah jalan itu harus diuji di depan master-master yang mumpuni. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, rupanya bagi master-master yang bicara ilmu tak ubahnya meracau itu , judul kedua mahsiswi tersebut kurang semlohai untuk sebuah kitab. Dengan kritik dan saran yang disangka menenangkan hati, para master mengganti judul kitab dua mahasiswi.
Kedua mahasisiwi ingin berteriak di ujung jurang, melampiaskan kemarahan kepada angin agar beban di pundak ini hilang. Ganti judul? Judul yang sudah dipikirkan setengah hidup itu harus diganti begitu saja? Sungguh teganya teganya teganya. Tapi apalah daya kedua mahasiswi ini, dengan berat hati pencarian judul baru (dan isi kitab baru) pun dimulai
Singkat cerita, kedua mahasiswi berhasil medapat judul baru, dan isi baru untuk kitab mereka. Apakah perjuangan selesai? Ya belum dong. Hasil kitab ini rupanya mesti di pamerkan ke ratu adil. Setingkat di atas master yang dulu menguji kitab yang baru setengah jalan. Dan di pemeriksaan ratu adil inilah kedua mahasiswi kembali dibantai.
Rupanya bagi ratu adil, isi kitab kedua mahasiswi tak ubahnya laporan perjalanan. Sebuah tulisan panjang tanpa adanya analisis yang berarti, maka kedua mahasiswi mesti merombak lagi isi kitab yang mereka kerjakan selama setengah tahun ini.
Tahap pemeriksaan pertama tidak ada kemajuan yang berarti untuk kedua mahasiswi, keduanya masih mendapat lampu merah revisi dari ratu adil, tak terima kenyataan kedua mahasiswi pun menangis pilu sambil mengutuki jalan hidup yang dirasanya seberat  dosa penjudi.
Tahap kedua pemeriksaan dijadwalkan pada malam hari, kedua mahasiswi berjanji akan datang bersama ke tempat ratu adil, sambil membawa revisi kitab yang dikerjakan dengan air mata bercucuran.
Petualangan pun dimulai, kedua mahasiswi berangkat dari  pulau Rawamangun pukul setengah lima sore, sementara jam setengah lima adalah saatnya para pencari nafkah kembali ke gubuk dakwahnya. Walhasil kedua mahasiswi terkena kutukan macet yang terus mengintai dari Rawamangun sampai Bekasi. Setelah berjam-jam bertarung dengan jalanan sampailah kedua mahasiswi di bekasi untuk beristirahat dan mengisi energy serta mental sebelum bertemu ratu adil. Kediaman ratu adil memang di bekasi, di harapan indah tepatnya. Tapi kedua mahasisiwi beristirahat di bekasi selatan, sementara harapan indah terletak di bekasi utara. Ya, perjalanan kedua mahasiswi masih jauh panggang dari api.
Selesai mengisi energy, kedua mahasiswi bersiap melanjutkan perjalanan lagi. Sebelumnya mahasisiwi pertama ingin membersihkan diri terlebih dahulu sebelum bertemu ratu adil, namun hal itu dicegah mahasisiwi kedua dengan alasan ‘kalau dia melihat kita kucel, mungkin dia akan iba dan memberikan restu kepada kita’ benar juga dia, pikir mahasiswi pertama. Maka mereka pun berangkat dengan muka dekil dan baju kusut. Supaya kesannya berjuang banget gitu loh.
Sesampainya disana kutanya semuanya kepada alam, kepada langit, kepada matahari, akankah ratu adil memberikan restunya kepada kedua mahasisiwi? Rupanya ratu adil telah memberi restu. Ini semua karena berkah ramadhan. Bagaimana tidak? Sang ratu langsung memberi restu kepada kedua mahasiswi begitu mereka datang, tanpa pembukaan apalagi penutupan. Restu ratu adil begitu mudah didapat. Subhanallah. Dan tentang muka dekil, ratu adil sempat menanyakan kepada kedua mahasiswi ada apa gerangan? Untunglah dia memperhatikan. Coba kalau tidak, kan sayang sudah jerawatan tapi tidak kelihatan.
Restu dari ratu adil bukan berarti kitab kedua mahasiswi langsung bisa dipersidangkan, masih ada hal-hal yang harus dilewati kedua mahsiswi sebelum bisa membukukan kitabnya. Bagaimanakah kelanjutannya? Kita doakan saja mereka!

Senin, 09 Juni 2014

just take my heart

It's late at night and neither one of us is sleeping
I can't imagine living my life after you're gone
Wondering why so many questions have no answers
I keep on searching for the reason why we went wrong

Where is our yesterday
You and I could use it right now
But if this is goodbye

Just take my heart when you go
I don't have the need for it anymore
I'll always love you, but you're hard to hold
Just take my heart when you go

Here we are about to take the final step now
I just can't fool myself, I know there's no turing back
Face to face it's been endless conversation
But when the love is gone you're left with nothing but talk

I'd give my everything
If only I could turn you around
But if this is goodbye

Just take my heart when you go
I don't have the need for it anymore
I'll always love you but you're hard to hold
Just take my heart when you go
*ga bermaksut iseng-iseng berhadiah. cuma lagi seneng dengerin lagu ini ajah :D

Intervensi

bukan maksutnya mau niru-niru Amerika Serikat yang suka ikut campur urusan dalam negeri orang laen, cuma tergerak aja karena ngerasa 'gue ini care'. ya tapi namanya perhatian itu bakal dibilang so sweet atau so najis tergantung reaksi penerimanya. dan kenyataannya adalah apa yang gw kira bakal so sweet berubah jadi so najis. yaudah lah mungkin emang gw aja yang kepedean dan segitu kurang kerjaan ngurusin orang yang udah kurus dan ga mau diurus. atau mungkin gw kelebihan waktu luang dan uang bulanan sampe bisa hilir mudik berusaha nyelotip piring pecah yang kemudian dipecahin lagi.
bukannya gak marah, tapi gw marah buat apa? peran gw sebagai display permen kerumunan kecoak kan ga berubah dari awal badai sampe terbitnya pelangi yang padahal bukan pelangi. ya gw bisa marah tapi mungkin gw ga berhak marah. satu-satunya yang gw bisa cuma kecewa. iya kayak lagunya BCL itu loh. dan bener kata orang, kepercayaan , respect itu diberi bukan diminta. kepercayaan dan respect yang dibangun bertahun-tahun bisa aja kolaps dalam waktu seminggu. dan bagi orang yang udah ga dipercayai atau udah ga dapet respect itu susah buat dapetin lagi. kita ga bisa mohon-mohon ke seseorang buat percaya ama kita lagi, buat respect ama kita lagi.
kalo gw secara pribadi sih tau, ada beberapa hal yang emang susah buat ditolak dan ada hal-hal yang kita ga ngerti kenapa masih dipertahankan. ya mungkin karena gw lama ngejomblo, ga ga tau kalo hubungan tanpa perlindungan negara dan agama itu sesuatu yang harus mati-matian dijalanin, padahal belom pasti juga ujung-ujungnya ama dia -oke ngelantur- maksutnya, gw ngerti kok kalo ada yang ga bisa nolak buat diajak balik numpuk dosa,  dan ada hubungan yang lebih penting buat dipertahanin. gw ga minta orang buat putus hubungan atau lanjut balikan. itu semua bukan perasaan gw, juga bukan gw yang jalanin. tapi buat sekedar informasi aja. gw ga ada respek seupil nyamuk pun sama orang yang seenak udelnya ngacak-ngacak hubungan orang karna dia bosen dan butuh perhatian. apalagi kalo dampak dari kebosenan dia itu ga cuma ngeberantakin relationship seseorang, tapi ngaruh juga ke friendshipnya.
terserah lah mau ngejalanin kayak gimana sama orang yang itu. orang yang ibarat kecoak berbulu tokek dan berpura-pura jadi mario teguh -ngerti ga?-
gw masih respect sama orang yang gw anggep temen
gw ga respect sama orang yang berkencan sama kecoak berbulu tokek itu
jadi, plis banget. gw udah berusaha ngertiin kalo emang ada yang ngerasa harus banget get back together ama si kecoak berbuu tokek. tapi ga usah lah ya bawa-bawa hubungan kalian ke dunia gw;facebook, instagram, sama twitter.
gw ga punya bbm, path, dan line gw ga aktif. terserah lu  mau pda kayak gimana juga disana.

pda : public display of affection -  bermesraan di muka umum - imho

Sabtu, 19 April 2014

kenapa aku berpendapat kita ini yang terhebat?



Kenapa aku berpendapat kita ini yang terhebat? Kita ini yang terhebat. Ini bukan fakta, ini adalah opini. Jikalau ini fakta bukankah ini sesuatu yang disetujui secara luas oleh masyarakat umum? Kenyataannya tak perlu masyarakat umum untuk membuka mata bahwa yang kuanggap terhebat hanyalah sekumpulan tulang dan kulit serta efek cheerleader.


Aku meneriaki khalayak ramai betapa berharganya yang kuanggap terhebat ini. Nyatanya serangkaian kebohongan yang memuakkan menghempas ku ke kenyataan. Dengan cara yang brutal.
Tak perlu cum laude psikologi untuk menyadari kenapa perasaan terkhianati sedemikian menancapkan cakarnya di hati. Ingin rasanya membohongi diri sendiri. Meyakinkan bahwa yang terjadi hanya adegan mainstream dari opera murahan. Tapi bahkan kepompong-nya sindentosca tak semerdu dulu.
Aku mungkin lancang, bertindak terlalu jauh dan mengatasnamakan kata sayang. Lantas, kata apalagi yang harus aku ucapkan? Kenyataannya memang itulah yang mendasari semua alasan aku melewati batas. Aku memang sayang, sangat sayang malah. Maka dari itulah tamparan kenyataan sebegitu menyakitkan tatkala kusadari orang yang kusayang menganggapku tak ubahnya gulma yang mengganggu pertumbuhan padi. Mungkin aku berlebihan atau mungkin yang kusayang memang keterlaluan.

Jumat, 11 April 2014

single all the way



Mungkin udah banyak banget ya yang ngebahas tentang ngenesnya jomblo, atau asiknya jadi jomblo, atau jomblo itu mulia. Whatever lah yang mau gw tulis disini pendapat pribadi gw, ga pake catatan kaki atau daftar pustaka. Sebenernya udah lama banget pengen ngeluarin unek-unek yang ini Cuma entah kenapa mau ngetik itu mager beneeeer..